Nama : Rida Erdiati Rismaya
NPM : 12141350
Semester / Kelas : 5 / J
Prodi : Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Pendidikan
adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses
pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi diri untuk
memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian,
kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya,
masyarakat, bangsa dan negara. Pendidikan juga merupakan instrumen penting dalam
pembangunan bangsa baik sebagai pengembang dan peningkat produktivitas nasional
maupun sebagai pembentuk karakter bangsa.
Pendidikan
membimbing manusia menjadi manusia manusiawi yang makin dewasa secara
intelektual, moral dan sosial, dalam konteks ini pendidikan merupakan
pemelihara budaya. Namun demikian dalam konteks perubahan yang cepat dewasa ini
pendidikan tidak cukup berperan seperti itu namun juga harus mampu melakukan
transformasi nilai dalam tataran instrumental sesuai dengan tuntutan perubahan
dengan tetap menjadikan nilai dasar sebagai fondasi.
Dewasa
ini, pendidikan sangat dirasa perlu untuk menunjang masa depan seorang anak.
Apalagi saat ini tuntutan jaman yang semakin maju dan modern seiring
berkembangnya ilmu pengetahuan serta kecanggihan teknologi. Hal ini merupakan
faktor utama untuk menunjang fasilitas pendidikan anak yang lebih baik dan
efisien.
Awal
tahun ajaran baru itu merupakan kegiatan semua anak dalam mengawali belajar
mereka untuk mencari ilmu di sekolah. Sekolah dasar adalah pendidikan formal
dasar pertama yang akan dilalui oleh
para siswa. Ditahun pelajaran baru banyak siswa yang bersemangat untuk pergi ke
sekolah dan mencari ilmu. Adapula siswa yang ingin sekali bertemu dengan
guru-guru dan teman-teman mereka di sekolah.
Namun
pada kenyataannya, saat ini banyak permasalahan dalam penerimaan siswa baru di
sekolah dasar. Masalah tersebut kebanyakkan terjadi di kota-kota besar dan di
sekolahan favorit. Banyak sekolahan favorit tersebut yang hanya menerima siswa
baru dari kalangan “orangtua yang mampu”. Maksudnya, sekolah tersebut hanya
menerima siswa-siswi yang orangtuanya kaya atau mampu membayar mahal biaya
pendidikan di sekolah itu. Masalah ini yang begitu serius dan membebani para
orangtua murid, apalagi bagi para orangtua yang kurang mampu. Bagaimana tidak, kebanyakan
sekolahan favorit hanya menghendaki siswa yang berlatar belakang orangtuanya
mampu. Padahal, siswa yang kurang mampu lebih banyak yang pandai dan terampil.
Parahnya lagi, ada orangtua yang rela membayar mahal agar anaknya bisa
bersekolah di sekolahan favorit tersebut. Sungguh sangat memprihatinkan bila
semua sekolahan menerapkan hal tersebut dalam perekrutan siswa baru di
sekolahnya.
Kalau
saja sekolah favorit tersebut memberikan kesempatan yang sama bagi anak-anak
yang kurang mampu untuk bersekolah dan memberikan beasiswa bagi mereka, pasti
mereka akan lebih giat serta tekun belajar di sekolah. Hal itu juga pasti akan
membanggakan sekolah, terlebih lagi jika anak-anak didiknya menjuarai berbagai
kompetisi lomba antar sekolah dasar.
Problematika
yang sering terjadi di sekitar kita. Bila sejak bangku SD saja sudah diperjual
belikan, bagaimana untuk jenjang pendidikan berikutnya? Hal ini seperti sudah
terbiasa terjadi setiap tahunnya, banyak sekolah-sekolah yang “memperjual
belikan bangku sekolah” demi kepentingan tertentu. Sungguh tidak adil dan menjadi
pertanyaan besar untuk kita renungkan, semua itu kita kembalikan kediri pribadi
kita masing-masing. Di samping itu, masyarakat mengharapkan supaya semua
anak-anak mendapatkan pendidikan yang sama dan layak. Didukung oleh pemerintah
yang juga ikut membangun infranstruktur pendidikan yang memadai.
Jadi,
pendidikan sangat dibutuhkan bagi semua orang terutama bagi anak-anak.
Diharapkan semua pihak mampu melayani dan mendukung seluruh siswanya yang ingin
melaksanakan studi dimanapun ia akan bersekolah. Dan tidak ada lagi masalah
tentang penerimaan siswa baru yang tidak sesuai prosedur atau
mendiskriminasikan siswa yang orangtuanya kurang mampu.